Sosialisasi Sampah Organik dan Non Organik di SMK Kertha Wisata Denpasar Tingkatkan Kesadaran Lingkungan Siswa

Sosialisasi Sampah Organik dan Non Organik di SMK Kertha Wisata Denpasar Tingkatkan Kesadaran Lingkungan Siswa logo

AKPAR Denpasar

11 June 2026

Sosialisasi Sampah Organik dan Non Organik di SMK Kertha Wisata Denpasar Tingkatkan Kesadaran Lingkungan Siswa

Denpasar, 6 Juni 2026 – Sebagai wujud pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam bidang Pengabdian kepada Masyarakat (PkM), tim dosen Akademi Pariwisata (AKPAR) Denpasar menyelenggarakan “Sosialisasi Sampah Organik dan Non Organik” di SMK Kertha Wisata Denpasar pada Sabtu, 6 Juni 2026. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan kesadaran siswa mengenai pentingnya pengelolaan sampah yang tepat guna menciptakan lingkungan yang bersih, sehat, dan berkelanjutan.

Workshop yang berlangsung mulai pukul 08.30 WITA ini diikuti oleh siswa-siswi SMK Kertha Wisata Denpasar sebagai peserta utama. Kegiatan dipandu oleh tim Pengabdian kepada Masyarakat AKPAR Denpasar yang terdiri atas Ni Gusti Ayu Nyoman Budiasih, S.S., M.Si. selaku Ketua Tim dan Ni Wayan Anggreni, S.S., M.M. sebagai anggota tim. Kegiatan juga mendapat dukungan dari pihak sekolah dan dibuka secara resmi oleh I Nengah Suwama, Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum (Wakasek Kurikulum) SMK Kertha Wisata Denpasar.

Dalam sambutannya, I Nengah Suwama menyampaikan bahwa pendidikan tentang lingkungan perlu ditanamkan sejak dini agar siswa memiliki kesadaran dan tanggung jawab terhadap kebersihan lingkungan. Menurutnya, kegiatan ini menjadi sarana yang efektif untuk membentuk karakter peduli lingkungan sekaligus memperkuat kerja sama antara Akademi Pariwisata Denpasar dan SMK Kertha Wisata Denpasar dalam mendukung pendidikan yang berorientasi pada keberlanjutan.

Kegiatan sosialisasi dilaksanakan mengingat permasalahan sampah masih menjadi salah satu isu lingkungan yang terus meningkat. Kurangnya pemahaman mengenai pemilahan sampah sering menyebabkan sampah organik dan non organik tercampur sehingga menghambat proses pengolahan dan daur ulang. Melalui sosialisasi ini, para siswa diberikan edukasi mengenai perbedaan sampah organik dan non organik, dampak negatif pembuangan sampah yang tidak tepat, serta langkah-langkah sederhana yang dapat dilakukan dalam kehidupan sehari-hari untuk mengurangi pencemaran lingkungan.

Pelaksanaan sosialisasi berlangsung secara interaktif melalui beberapa tahapan. Pertama, tim pengabdian menyampaikan materi mengenai konsep dasar sampah organik dan non organik, karakteristik masing-masing jenis sampah, serta dampaknya terhadap lingkungan. Selanjutnya, peserta mengikuti sesi diskusi dan tanya jawab untuk berbagi pengalaman serta menyampaikan berbagai pertanyaan terkait pengelolaan sampah di lingkungan sekolah maupun rumah. Setelah itu, siswa diajak melakukan demonstrasi dan praktik pemilahan sampah dengan mengenali contoh-contoh sampah organik dan non organik serta mempraktikkan cara memilahnya sesuai kategori. Di akhir kegiatan, peserta mengikuti sesi evaluasi dan refleksi mengenai pentingnya membangun kebiasaan memilah sampah sebagai bentuk tanggung jawab terhadap lingkungan.

Antusiasme peserta terlihat sepanjang kegiatan berlangsung. Para siswa aktif mengikuti pemaparan materi, berdiskusi, serta terlibat langsung dalam praktik pemilahan sampah. Setelah seluruh rangkaian kegiatan selesai, sosialisasi ditutup dengan sesi foto bersama dan ramah tamah yang bertujuan mempererat hubungan antara tim pengabdian, pihak sekolah, dan para peserta.

Hasil kegiatan diharapkan dapat memberikan dampak yang positif, antara lain meningkatnya pemahaman siswa mengenai perbedaan sampah organik dan non organik, bertambahnya kesadaran akan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan sekolah, meningkatnya kemampuan dalam memilah sampah secara tepat, serta tumbuhnya komitmen untuk menerapkan kebiasaan pengelolaan sampah yang baik dalam kehidupan sehari-hari. Selain itu, kegiatan ini juga memperkuat kerja sama antara Akademi Pariwisata Denpasar dan SMK Kertha Wisata Denpasar dalam mendukung program pendidikan lingkungan.

Melalui kegiatan sosialisasi ini, Akademi Pariwisata Denpasar berharap para siswa dapat menjadi agen perubahan yang mampu menularkan budaya peduli lingkungan kepada masyarakat sekitar. Kegiatan ini tidak hanya memberikan pengetahuan teoritis mengenai pengelolaan sampah, tetapi juga membekali peserta dengan keterampilan praktis yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Diharapkan program serupa dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan guna mendukung terciptanya lingkungan sekolah yang bersih, sehat, dan ramah lingkungan.
(EN_FFH)