Seminar Hasil Penelitian Dosen dan Mahasiswa: Bahas Masa Depan Pariwisata Bali di Tengah Ketidakpastian

Seminar Hasil Penelitian Dosen dan Mahasiswa: Bahas Masa Depan Pariwisata Bali di Tengah Ketidakpastian logo

AKPAR Denpasar

31 May 2026

Seminar Hasil Penelitian Dosen dan Mahasiswa: Bahas Masa Depan Pariwisata Bali di Tengah Ketidakpastian

Denpasar, 29 Mei 2026 – Akademi Pariwisata Denpasar melalui Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) menyelenggarakan Seminar Hasil Penelitian Dosen dan Mahasiswa Tahun 2026 dengan tema “Di Tengah Ketidakpastian, Apa yang Dijual Pariwisata Bali?” secara daring melalui zoom meeting pada Jumat, 29 Mei 2026. Seminar ini diikuti oleh dosen dan mahasiswa Akademi Pariwisata Denpasar sebagai forum diseminasi hasil penelitian serta ruang diskusi akademik untuk merumuskan strategi pengembangan pariwisata Bali yang berkelanjutan, berkualitas, dan adaptif terhadap ketidakpastian global.

Kegiatan yang diselenggarakan oleh LPPM Akademi Pariwisata Denpasar di bawah koordinasi Ketua LPPM Fransiska Fila Hidayana, S.ST.Par., M.Par. ini diawali dengan registrasi peserta, pembukaan acara, menyanyikan lagu Indonesia Raya, dan doa bersama. Seminar kemudian dilanjutkan dengan sambutan dari Ketua Yayasan Pendidikan Kertha Wisata Denpasar, Drs. Putu Bagus Wisnuwardhana, M.Si., yang menekankan pentingnya penelitian sebagai dasar pengembangan pariwisata yang berkualitas dan berkelanjutan. Selanjutnya, Direktur Akademi Pariwisata Denpasar, Dr. I Gede Astawa, S.Pd., M.Hum., secara resmi membuka seminar dan mengajak seluruh sivitas akademika untuk terus menghasilkan penelitian yang mampu memberikan solusi terhadap berbagai tantangan kepariwisataan saat ini.

Dalam sesi Keynote Speaker, Dr. I Gede Astawa mengangkat pertanyaan mendasar mengenai apa yang sebenarnya dijual oleh pariwisata Bali di tengah berbagai ketidakpastian global. Menurutnya, Bali tidak hanya menjual pantai, hotel, atau keindahan alam semata, melainkan menjual nilai, makna, dan filosofi hidup Tri Hita Karana yang menjadi identitas utama Pulau Dewata. Ia juga menyoroti sejumlah tantangan yang dihadapi Bali, seperti persoalan sampah, kemacetan lalu lintas, alih fungsi lahan, degradasi budaya, dan ketimpangan sosial. Oleh karena itu, Bali perlu melakukan transformasi dari quantity tourism menuju quality tourism serta mengembangkan konsep regenerative tourism yang mampu memberikan dampak positif bagi lingkungan, masyarakat, dan budaya lokal.

Pada sesi berikutnya, Narasumber I, I Wayan Sonder, S.ST.Par., M.Par., memaparkan bahwa keunggulan Bali terletak pada perpaduan antara keindahan alam, budaya Hindu yang autentik, keramahan masyarakat, serta filosofi kehidupan yang khas. Ia menjelaskan bahwa di tengah ketidakpastian global, yang harus dijual oleh pariwisata Bali adalah keaslian budaya, pengalaman autentik, pariwisata spiritual, ekowisata, gastronomi lokal, wellness tourism, creative tourism, community based tourism, serta nilai-nilai kearifan lokal seperti Tri Hita Karana dan Tat Twam Asi. Menurutnya, masa depan pariwisata Bali harus diarahkan pada penguatan identitas budaya dan penerapan pariwisata berkelanjutan yang melibatkan masyarakat sebagai pelaku utama.

Sementara itu, Narasumber II, Dr. IGM. Dharma Hartawan, S.E., M.M., memberikan perspektif mengenai pentingnya strategi pengelolaan dan pengembangan pariwisata yang adaptif terhadap dinamika ekonomi global. Diskusi yang berlangsung interaktif memberikan wawasan baru bagi peserta mengenai peluang dan tantangan yang dihadapi sektor pariwisata Bali dalam menghadapi perubahan zaman.

Seminar yang dimoderatori oleh Putu Widya Darmayanti, S.Par., M.Par ini kemudian dilanjutkan dengan presentasi hasil penelitian dosen dan mahasiswa yang diwakili oleh lima tim pemakalah. Berbagai penelitian yang dipresentasikan mengangkat isu-isu aktual kepariwisataan, mulai dari Implementasi Visual Hotel Program (VHP) yang dipresentasikan oleh Angelina Kristianingsi Murni, Dian Nurlaela, dosen pembimbing Dr. I Gede Astawa, S.Pd., M.Hum. Pengolahan kembali sisa bahan baku oleh pastry cook dipresentasikan oleh I Wayan Buffon Yuliantara, Sheren Angelia Sitorus dengan dosen pembimbing I wayan Sonder, S.ST.Par., M.Par. dan I Made sujana, A.Par., M.Par. Penerapan SOP Telepon Operator di Hotel dipresentasikan oleh Solania Karu, Aurelia Jehadut, dosen pembimbing Eka Anastasia Wijaya, S.Pd., M.Pd. Optimalisasi penanganan keluhan tamu dipaparkan oleh Filippo Darma Putra Fajar, Ni Kadek Paramita Diah Maharani, dosen pembimbing Ni Gusti Ayu Nyoman Budiasih, S.S., M.Si. Pemasaran produk wisata oleh biro perjalanan wisata yang dipresentasikan oleh Elviana Skolastica; Paskalis Orlando Ganar; dosen pembimbing Fransiska Fila Hidayana, S.ST.Par., M.Par.; Ida Ayu Ari Yuliadewi, S.E., M.M. Setelah sesi presentasi, kegiatan dilanjutkan dengan diskusi dan tanya jawab, penyampaian kesimpulan seminar, penyerahan sertifikat, dokumentasi, dan penutupan acara. Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung dengan lancar dari awal hingga akhir.

Melalui kegiatan ini, Akademi Pariwisata Denpasar berharap dapat melahirkan pemikiran inovatif, memperkuat kompetensi vokasi, meningkatkan kualitas penelitian dosen dan mahasiswa, serta menghasilkan rekomendasi strategis yang mampu mendukung daya saing dan keberlanjutan pariwisata Bali di tengah dinamika global. Seminar ini sekaligus menjadi bukti nyata komitmen perguruan tinggi dalam berkontribusi terhadap pembangunan pariwisata Bali yang berkualitas, berkelanjutan, dan berorientasi pada kesejahteraan masyarakat.

(FFH)